Sesunggah tanggal 24.03.2014 hari yang penuh suram & pedih sekali --
Berita status kehilangan MH370 sudah terungkai. Seluruh negara merasa perit & pedih dengan berita ni. Bak kata pepatah "berat mata memandang, berat lagi bahu memikul". Saya doakan semoga seluruh keluarga mangsa MH370 tabah & redha dalam menjalani ujian dari Allah SWT. Sesungguhnya kita hanya makhluknya yang kerdil. DaripadaNya kita datang, KepadaNya kita kembali -- Innalillahiwainnailaihirajiun
#Al-Fatihah
Dalam semua orang bersedih dengan kehilangan ni, saya turut bersedih dan diuji Allah SWT dengan dugaan yang sekian kalinya. Kita takkan tahu atau sedar yang Allah SWT sentiasa ingat dan memerhati kalau Dia tak tegur kita dengan dugaan. Apapun saya tetap bersyukur, itu tanda Allah SWT tak lupa pada saya walaupun saya selalu lalai dan tak sempurna.
Memang sedih bila mengenangkan kawan-kawan yang kita anggap sebagai sahabat, seolah-olah tikam kita dari belakang. Manis mulut di hadapan kita tapi penuh cerita di belakang. Kenapa perlu berpura-pura. Kan lebih elok bertanya langsung. Apalah salahnya berterus-terang, semoga tak ada lagi penyakit hati. Tapi setiap manusia kan ada kekurangan. Kita tak boleh hanya menuding jari pada orang lain saja. Mungkin betul kita ada salah yang kita sendiri tak sedar. Itulah tanggungjawab dalam bersahabat. Menegur dan membetulkan. Bukan menghukum atau menambah cerita.
Jangan sesekali kita lupa; ajal, maut, rezeki, kesihatan, harta semuanya daripada Nya. Bukan kita sebagai manusia yang menentukan. Jangan letakkan salah atas bahu orang lain kalau kita tak mampu lihat ke dalam diri sendiri. Kalau bukan rezeki kita, maknanya bukanlah. Sedaya mana kita paksa kalau Allah SWT cakap bukan hak kita maka bukan hak kita. Dengan nama Allah SWT saya berkerja keras untuk capai apa yang saya ada sekarang. Saya tak perlu menggunakan orang atasan untuk cepat naik. Saya tau kalau saya buat semua tu pun, suatu hari nanti, bau yang busuk tu orang akan dapat hidu jugak. Takkan kekal lama. Tak elok memfitnah kalau belum tentu betul ceritanya. Tolonglah sahabat, tegurlah kalau saya tersilap. Betulkan kalau saya lalai tapi jangan permainkan saya seolah saya tak ada perasaan dan hati --
Jangan sesekali kita lupa; ajal, maut, rezeki, kesihatan, harta semuanya daripada Nya. Bukan kita sebagai manusia yang menentukan. Jangan letakkan salah atas bahu orang lain kalau kita tak mampu lihat ke dalam diri sendiri. Kalau bukan rezeki kita, maknanya bukanlah. Sedaya mana kita paksa kalau Allah SWT cakap bukan hak kita maka bukan hak kita. Dengan nama Allah SWT saya berkerja keras untuk capai apa yang saya ada sekarang. Saya tak perlu menggunakan orang atasan untuk cepat naik. Saya tau kalau saya buat semua tu pun, suatu hari nanti, bau yang busuk tu orang akan dapat hidu jugak. Takkan kekal lama. Tak elok memfitnah kalau belum tentu betul ceritanya. Tolonglah sahabat, tegurlah kalau saya tersilap. Betulkan kalau saya lalai tapi jangan permainkan saya seolah saya tak ada perasaan dan hati --
Wahai hati, belajarlah memaafkan. Ambil yang positif, muhasabah dan cuba perbaiki diri. InsyaAllah semoga kita diberkati & dijauhi oleh segala hasad dengki dunia.
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
**************
Doa buat penenang hati:
Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putera hamba lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil pada ketentuan-Mu. Aku meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim bunga (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.” melainkan akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: “Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).” (HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy, Sheikh Syuâ’aib al-Arnaouth menyatakan Isnadnya Dhaif)
atau ada do’a yang lain :
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, belenggu hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Implementasinya dalam bahasa apa saja karena sesungguhnya Allah SWT mengetahui bahasa hamba-Nya.
Waallahualam --
Yant_tie
























